Waspada Leptospirosis di Musim Penghujan

0
227

Leptospirosis sempat menjadi penyakit yang cukup menggemparkan di Kabupaten Pacitan awal tahun 2017. Tercatat 7 pasien meninggal dari 34 pasien yang dirawat di RSUD dr. Darsono pada saat itu. Tertangani dengan baik, bukan berarti kasus nol di tahun berikutnya.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang disebarkan melalui urin (air kencing) atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Dapat menyerang manusia melalui kontak langsung dengan air (air banjir, kolam, sungai, danau, air selokan) maupun tanah yang telah terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri Leptospira yaitu anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi dan babi.

Tiga pasien kembali terdeteksi positif leptospirosis, setelah sembilan kasus berhenti di bulan Juni tahun ini. Seakan menjadi warning bahwa penyakit ini ingin mendapat perhatian lagi. Petani biasanya menjadi sasaran manis bakteri ini, musim penghujan dan banyaknya hama tikus di persawahan menjadi habitat yang baik untuk Leptospira.

Ditemui di bangsal perawatan hari ini (17/12), dr. Joko Priyanto, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr. Darsono menjelaskan, Gejala Leptospirosis menyerupai flu yaitu demam, nyeri otot, pusing, mual muntah, meriang, sakit perut, diare, kulit atau area putih pada mata yang menguning, ruam, batuk, dan kehilangan nafsu makan. Diagnosis leptospirosis dapat dipastikan melalui gejala, riwayat pasien, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium.

“Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan selalu membersihkan tubuh setelah menyentuh hewan ataupun yang terkena kencing hewan, gunakan pakaian pelindung, pastikan kebersihan air bak jangan sampai terkena urin hewan yang terinfeksi,” pesannya.

Sebagai bentuk kewaspadaan, masyarakat agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Penularan pada manusia sering dihubungkan dengan berbagai faktor resiko yang terkait dengan pekerjaan, lingkungan tempat tinggal, maupun perilaku hidup bersih. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kebersihan diri dan lingkungan menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Pacitan yang aman dan sehat. (RSUD Pacitan/DiskominfoPacitan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here