NAMA POLIKLINIK DAN DOKTER YANG BERTUGAS

No Nama Poliklinik Nama Dokter
1 Poli Kebidanan dan Peny. Kandungan dr. Agung Suhirman, Sp.OG

dr. Bambang Eko W., Sp.OG

2 Poli Anak dr. Permadi H.W., Sp.A

dr. Sulaiman Hamid, Sp.A.,M.Sc

3 Poli Penyakit  Dalam dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

4 Poli Bedah dr. Pradopo, Sp.B

dr. Cahyo Nurallam, Sp.B

5 Poli Mata dr. Sri Yuswanti, Sp.M

dr. Helen Kusumaningsih, Sp.M

6 Poli Saraf dr. Adi Nugroho, Sp.S.,M.Kes
7 Poli Gigi dan Mulut drg. Nur Azizah, Sp.KG

drg. Yusrina Sumartati, Sp.Pros

drg. Wisnu Murthy, Sp.BM

8 Poli THT-KL  dr. Azhar N. Fathoni, Sp.THT-KL
9 Poli Paru dr. Royani, Sp.P
10 Poli Kedokteran  Jiwa dr. Endang Soekartiningsih, Sp.KJ.,M.Sc
11 Poli Pegawai dr. Suharto
12 Poli Konsultasi Gizi Marhaeni Setyono, A.Md. Gizi

Aziz Marzuki Ahmad, SKM

Yusiana Rika Dewi, A.Md. Gizi

13 Poli Lansia dr. Sherry Artha

dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

14 Poli Fisioterapi dr. Fajar Dian Rachmawati
15 Poli Psikologi Leon Fernando, S.Psi. Psi

Ni Made Diah Wardani, S.Psi. Psi

Herlina Banowati, S.Psi.Psi

16 Poli VCT dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

(m-i-a)

NAMA DOKTER SPESIALIS RSUD dr. DARSONO

No Jenis Spesialis Nama
1 Dokter  Spesialis  Kebidanan dan Penyakit Kandungan dr. Agung Suhirman, Sp.OG

dr. Bambang Eko W., Sp.OG

2 Dokter  Spesialis  Anak dr. Permadi H.W., Sp.A

dr. Sulaiman Hamid, Sp.A.,M.Sc

3 Dokter  Spesialis  Penyakit  Dalam dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

4 Dokter  Spesialis  Bedah dr. Pradopo, Sp.B

dr. Cahyo Nurallam, Sp.B

5 Dokter  Spesialis  Mata dr. Sri Yuswanti, Sp.M

dr. Helen Kusumaningsih, Sp.M

6 Dokter  Spesialis Saraf dr. Adi Nugroho, Sp.S.,M.Kes
7 Dokter  Spesialis  Anastesi dr. Isna Rofiudin, Sp.An., M.Kes.

dr. Zaenal, Sp.An., M.Kes.

8 Dokter  Spesialis Radiologi dr. Kurnia Ekawati, Sp.Rad

dr. Ana Basirotul A.,Sp.Rad.,M.Sc.

9 Dokter  Spesialis  Konservasi  Gigi drg. Nur Azizah, Sp.KG
10 Dokter  Spesialis  Prostodonsi drg. Yusrina Sumartati, Sp.Pros
11 Dokter  Spesialis THT–KL dr. Azhar N. Fathoni, Sp.THT-KL
12 Dokter  Spesialis Patologi Klinik dr. Didik  AS., Sp.PK., MM

dr. Shanti Ika Sari, Sp.PK

dr. Errisa Maisuritadevi M.,Sp.PK

13 Dokter  Spesialis Patologi Anatomi dr. Dyah Ari Nuraida, Sp.PA
14 Dokter  Spesialis  Paru dr. Royani, Sp.P
15 Dokter  Spesialis  Kedokteran  Jiwa dr. Endang Soekartiningsih, Sp.KJ.,M.Sc
16 Dokter  Spesialis  Emergency Medicine dr. Netty Nurnaningtyas, Sp.EM
17 Dokter  Spesialis  Bedah Mulut drg. Wisnu Murthy, Sp.BM

 

DOKTER UMUM

  1. Suharto
  2. Masrifah
  3. Djaminnudin
  4. Puguh S.W
  5. Puji Dian Cahyani
  6. Retno Widyoningrum
  7. Fajar Dian R.
  8. Sri Wahjoeni
  9. Sherry Artha
  10. Wildan Kusnindar
  11. Dedi Prasetyo
  12. Ika Nurmalita sari
  13. Kuncoro Adi Wiguna
 (m-i-a)

DATA 10 BESAR PENYAKIT TERBANYAK

 

Bulan September 2016

NO DIAGNOSA JUMLAH
1 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin

112

2 Necrosis of Pulp

99

3 Essential (primary) Hypertension

77

4 Pulpitis

75

5 Non-insulin-dependent diabetes mellitus

71

6 Anaemia

70

7 Dyspepsia

69

8 Insulin-dependent diabetes mellitus

64

9 Secondary hypertension

58

10 Congestive heart failure

55

(m-i-a)

CAPAIAN INDIKATOR PELAYANAN RS dr. DARSONO

 

Rawat Inap Bulan September 2016

 

INDIKATOR

SATUAN

NILAI

BOR (Bed Occupancy Ratio)

%

60.73

AVLOS (Average Length of Stay)

Hari

3.85

TOI (Turn Over Interval)

Hari

2.07

BTO (Bed Turn Over)

Kali

5.7

GDR (Gross Death Rate)

%

3.43

NDR (Net Death Rate)

%

0.93

Hari Perawatan

Hari

3079

Lama Dirawat

Hari

3709

Jumlah Pasien Dirawat

Orang

963

Jumlah Pasien Masuk

Orang

993

Pasien Meninggal    
     a.  < 48 jam

Orang

24

     b.  > 48 jam

Orang

9

 

Keterangan:

BOR           : Angka penggunaan tempat tidur (range ideal = 60-85%)

AVLOS       : Rata-rata lamanya pasien dirawat (range ideal = 6-9 hari)

TOI             : Selang pemakaian tempat tidur (range ideal = 1-3 hari)

BTO            : Frekuensi pemakaian tempat tidur (range ideal = 40-50 kali dalam satu tahun)

NDR           : Persentase kematian <48 jam

GDR           : Persentase total kematian

(m-i-a)

 

PPI RS dan Akreditasi Paripurna

hh-size-kecil-intan

Komite dan Tim  PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) Rumah Sakit berkomitmen dan fokus sebagai pengendali infeksi nosokomial di rumah sakit dengan tindakan yang bersifat pencegahan, pelaksanaan maupun evaluasi terhadap infeksi nosokomial di rumah sakit. Pada 26 Juli 2016 kerja keras tim PPI sebagai bagian tim yang dinilai, membuahkan hasil dengan menerima sertifikat akreditasi rumah sakit, bintang lima PARIPURNA.

Tim PPI RS dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit sebagai wujud dari peningkatan mutu pelayanan dan keprofesionalan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terhadap pasien baik pasien sebelum masuk rumah sakit, saat dirawat dan setelah keluar dari rumah sakit. Ini terwuud karena kerja sama dan saling bahu membahu membentuk eksistensi PPI di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan.  Program – program PPI sebagai budaya yang harus dilaksanakan dan dipatuhi terkait Patient Safety pelayanan kesehatan rumah sakit.

Program Kebersihan tangan atau Hand Hygiene (HH) merupakan salah satu kegiatan sehari hari yang harus dilaksanakan oleh seluruh karyawan rumah sakit dengan memperhatikan 5 moment cuci tangan atau Five Moment. “Kegiatan HH merupakan satu satunya yang paling penting dan efektif untuk mencegah penularan infeksi “ kata dr. Didik Agus Santoso, MM, Sp.PK.

Program – program PPI RS lainnya adalah Audit kewaspadaan standar (audit kepatuhan petugas dalam penggunaan APD, audit kepatuhan dalam penatalaksanaan alat, penatalaksanaan linen, audit kepatuhan petugas dalam penyuntikan yang aman, audit penatalaksanaan sampah dan limbah rumah sakit), surveilans (Phlebitis, HAP, VAP, ISK, ILO dan dekubitus), pendidikan dan pengembangan staf, pemeliharaan kesehatan karyawan, pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan PPI, evaluasi penyakit dan organisme yang signifikan secara epidemiologis, multi drug resistans, virulensi infeksi yang tinggi, evaluasi persiapan muncul dan permunculan ualang (emerging dan reemerging desease), evaluasi proses pengelolaan bahan, alat kadaluarsa dan barang single use yang di re-use, evaluasi tata laksana pelayanan jenazah di rumah sakit, evaluasi terkait pelayanan hygienitas Instalasi GIzi di Rumah sakit, Evaluasi pelaksanaan ICRA (Infection Control Risk Assesment) renovasi maupun HAI’s dan evaluasi pelaksanaan tata laksana isolasi dan prosedur penghalang (barier).

Perjuangan Tim PPI RS menuju ke Akreditasi RS bukanlah hal yang mudah. Hal ini diungkapkan Ketua Tim PPI dr. Masrifah saat diwawancarai di Sekretariat Komite PPI RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan. “Dari mengurusi sampah, limbah, perilaku, kebiasaan, mind site yang keliru tentang infeksi sampai segala pengusulan fasilitas pendukung PPI, membutuhkan ekstra pemikiran dan materi yang cukup besar untuk sukseskan Program PPI“ ujar dr. Masrifah.  “Pengalaman manis dan pahit kami rasakan, namun itu bukan menjadi sebuah permasalahan besar, sebab kami percaya pada mimpi-mimpi kami bahwa kami bisa, pasti bisa dan harus bisa,“ Perjuangan didukung Manajemen Rumah Sakit baik Bapak Direktur RS, Bidang Pelayanan, Bidang Pengembangan maupun Bidang Keuangan rumah sakit.

Pelaksanaan PPIRS sebagian orang menganggapnya adalah hal yang sepele dan tidak penting atau bahkan dipandang sebelah mata, tetapi tanpa PPI RS pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien dan bagi petugas sendiri tidak bisa dievaluasi atau tidak bisa meningkatkan mutu pelayanan dan keprofesionalan rumah sakit. “Saya sangat mengapresiasi kerja sama dan kerja keras dari Komite dan Tim PPI RS untuk bisa terus berkomitmen di PPI RSUD dr.Darsono Kabupaten Pacitan” ulas Bu Nur Handayani, S,Kep.,Ns,MM (Kasie Pelayanan Keperawatan RSUD dr.Darsono Kabupaten Pacitan) saat acara pengumuman  Tim PPI terbaik 2016 kemarin (8/9/2016), ” sebab kita bisa mewujudkan visi misi rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan kita kepada pasien”

Tak hanya pengalaman personal saja yang didapatkan ketika bergabung dengan Tim PPI RS tetapi pengalaman sebagai manager, untuk mengelola personal agar bisa melaksanakan program PPI RS dengan baik dan benar sesuai regulasi terbaru. Namun, masih banyak sisi lain dari PPI RS yang belum bisa dilaksanakan dengan maksimal, semoga kedepan PPI RS bisa lebih baik, lebih maju dan lebih sukses lagi. “Sejatinya, prinsip yang berharga dalam perjalanan kepada Akreditasi Rumah sakit tahun 2016 ini adalah kenangan dan pengalaman,” ujar Intan Maulida (IPCN RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan). “Saya percaya pada mimpi yang pasti jadi nyata, apabila kita berani mewujudkannya,” tambahnya. (Int)