Siaga Lebaran, RSUD dr. Darsono Lakukan Operasi Hernia Cito

0
83

Merayakan Hari Raya Idul Fitri bukan berarti menikmati cuti lebaran dan bersantai. Seluruh pegawai di RSUD dr. Darsono, terutama tenaga kesehatan (nakes) tetap siaga dan berjaga untuk melayani masalah kesehatan masyarakat.

Direktur RSUD dr. Darsono, dr. Iman Darmawan, M.Kes mengatakan, Semua pegawai mendapatkan jatah piket masuk siaga lebaran baik nakes maupun non nakes, jikapun tidak berada di tempat petugas siap on call, layanan poliklinik tetap buka, ini bentuk kewajiban dan komitmen RSUD dr. Darsono terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Seperti halnya pada hari kedua Idul Fitri ini, Selasa (03/05), RSUD dr. Darsono melaksanakan operasi cito pada pasien dengan kasus hernia inkarserata. Operasi cito adalah sebuah tindakan bedah yang sesegera mungkin dengan mempertimbangkan kondisi pasien untuk mendapatkan hasil optimal untuk keselamatan pasien.

Dialah Tn. S, warga Desa mentoro Pacitan, datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut, muntah, tidak bisa buang air besar selama 5 hari, terdapat benjolan di lipat paha sebelah kanan sejak 8 hari yang lalu serta penyakit pemberatnya yaitu iskemik jantung. Pasien dirawat oleh dokter spesialis bedah, spesialis jantung, dan spesialis anestesi.

Pasien opname di ruang Melati B, karena kondisi belum optimal atau tidak stabil, pasien pindah ke ruang ICU untuk dilakukan pengawasan lebih intensif kesehatan jantungnya oleh dr. Ike Dyah Ayu Pambayun, Sp.JP. Setelah melalui edukasi dari petugas RS kepada keluarga dan pernyataan persetujuan terkait tindakan operasi, termasuk resiko operasi dan hasil pasca operasi, akhirnya diputuskan bersama untuk dilakukan tindakan operasi cito/segera dengan segala resiko yang mungkin terjadi.

Operasi berlangsung pukul 12.00-14.00 di lantai 2 kamar operasi Instalasi Bedah Sentral, dilaksanakan oleh Tim Kamar Operasi RSUD dr. Darsono tdd Dokter Spesialis Bedah (dr. Cahyo Nurallam, Sp.B), Dokter Spesialis Anestesi (dr. Zainal Abidin, Sp.An), asisten bedah, penata anestesi, dan instrumentasi. “Alhamdulilah operasi berjalan lancar, selanjutnya pasien masih dirawat di ICU karena kondisi yang belum stabil dan memerlukan observasi ketat,” terang humas RSUD dr. Darsono.

Himbauan kepada masyarakat untuk segera berobat jika ditemukan benjolan hilang timbul kemudian tidak bisa masuk kembali disertai nyeri, kembung, tidak bisa kentut. Keterlambatan berobat mengancam jiwa dengan kondisi memburuk (denyut nadi meningkat lebih dari 110x/menit, tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg), baik sebelum operasi dan sesudah operasi. Jika merasakan gejala yang tidak diinginkan segera saja memeriksakan diri ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan setempat, untuk kasus darurat, IGD RSUD dr. Darsono melayani 24 jam dan nakes yang selalu standby, RSUD dr. Darsono siap melayani dengan sepenuh hati. (RSUD dr. Darsono/PemkabPacitan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here