Peresmian Instalasi Hemodialisis dan Gedung Rawat Inap RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan

Hari Senin, tanggal 16 Oktober 2017 merupakan hari bersejarah untuk perkembangan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, dengan telah diresmikannya Instalasi Hemodialisis dan Gedung Rawat Inap di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, yang meliputi gedung rawat inap Melati A untuk ruang perawatan pasien Penyakit Dalam, gedung rawat inap Melati B untuk ruang perawatan penyakit Saraf, dan gedung rawat inap Soka untuk ruang perawatan penyakit Anak yang berlokasi di lahan baru sebelah selatan oleh bupati Pacitan bapak Indartato.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Iman Darmawan, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Pacitan yang telah memberikan suport dan dukungannya dalam mewujudkan berdirinya Instalasi Hemodialisis di RSUD dr. Darsono Pacitan. Instalasi Hemodialisis ini dibangun mengingat penyakit ginjal kronis merupakan penyakit global yang semakin meningkat jumlahnya dan memerlukan biaya tinggi, di Kabupaten Pacitan ada sekitar 60 orang penderita gagal ginjal yang tercatat dan rutin melakukan cuci darah (hemodialisis) di rumah sakit luar kota, dengan adanya fasilitas hemodialis ini di RSUD dr. Darsono maka pasien – pasien yang melakukan cuci darah di luar kota tersebut secara bertahap dapat dilayani sehingga dapat memperingan pembiayannya.

Sebagai Penanggungjawab Instalasi Hemodialisis ini adalah dr. Joko Priyanto, M.Sc., Sp.PD yang dibantu oleh 4 orang perawat yang sudah terlatih dalam pelayanan hemodialisis. Pada tanggal 26 April 2017 Instalasi Hemodialisis RSUD dr. Darsono Pacitan mendapat ijin operasional dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur setelah dilakukan visitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) Jawa Timur.

Saat ini baru tersedia 6 unit mesin cuci darah yang telah dioperasikan dengan jumla pasien aktif mendapatkan pelayanan Cuci Darah berjumlah 37 orang, pelayanan dilaksanakan hari Senin sampai dengan hari Sabtu , dengan dua shift pelayanan hemodialisis setiap harinya, sedangkan 17 pasien masih masuk daftar tunggu, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sudah direncanakan melalui penambahan mesin cuci darah secara bertahap dan penambahan jumlah perawat yang sudah terlatih sehingga pelayanan hemoddialisis dapat dilaksanakan dengan optimal.
Peresmian Instalasi Hemodialisis ini juga dihadiri dari Pernefri, yag diwakili dr. Candra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hemodialisis (HD) termasuk pelayanan primer, dan bagi pasien yang mempunyai komplikasi penyakit lain sangat membutuhkan dukungan peralatan medis lain yang memadai, mengingat pelayanan hemodilisis membutuhkan pembiayaan yang mahal, maka sebaiknya RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan segera mempersiapkan untuk naik kelas menjadi B, sehingga klaim yang diterima dari BPJS lebih besar dan pelayanan hemodialisis dapat dilaksanakan lebih optimal.

Dalam acara tersebut, RSUD juga mengundang Bapak Soebandi wakil dari pasien untuk memberikan kesan dan pesan selama menjalani cuci darah di Instalasi Hemodialisis RSUD dr. Darsono Pacitan, dalam pesan dan kesannya beliau menyampaikan “ rasa kepuasannya atas pelayanan cuci darah di rumah sakit dengan adanya pelayanan cuci darah di Pacitan sangat membantu saya dan pasien gagal ginjal yang lain untuk berobat terutama meringankan biaya, sebelumnya kami harus ke RS luar kota 2 kali seminggu yang tentunya butuh biaya banyak, apalagi didukung dokter dan perawatnya di sini yang ramah – ramah”, ujarnya.

 

Sebelum menandatangani prasasti peresmian Instalasi HD dan Gedung Rawat Inap, dalam sambutannya, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan bahwa pemerintah daerah berupaya menjadi pelayan terbaik untuk rakyat khususnya dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat yang terdiri dari perilaku sehat, lingkungan sehat, dan pelayanan kesehatan yang baik. Salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Pacitan diwujudkan dengan peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Harapannya rakyat kalau sakit tidak jauh-jauh berobat ke luar kota tapi cukup di Pacitan dan Pemerintah daerah akan terus mengupayakan agar RSUD dr. Darsono dapat ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas B sehingga jenis pelayanan dan jumlah dokter spesialis lebih lengkap.
Selain penandatanganan prasasti oleh Bupati Pacitan peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ibu Luki Indartato selaku Ketua Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) di Kabupaten Pacitan, yang selanjutnya dilakukan kunjungan ke Instalasi Hemodialisis, Ruang Dahlia ( Perawatan Neonatal), Ruang Melati A, Ruang Melati B, Ruang Soka.

Dalam kunjungannya ke ruang rawat inap bapak bupati berharap agar pasien tetap sabar dan semangat serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik sehingga bisa segera sembuh dan sehat kembali. (Seksi Informasi dan Pengaduan RSUD dr. Darsono).

Leave a Reply

Name *
Email *
Website