Dukung Aksi Cegah Stunting, Instalasi Gizi Lakukan PKRS ke Pasien Poliklinik

0
334

RSUD dr. Darsono: Kompak dengan seragam batik biru, tim petugas Instalasi Gizi RSUD dr. Darsono nampak sudah bersiap di area ruang tunggu pasien poliklinik. Pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu antrian pelayanan poliklinik juga nampak bertanya-tanya mau ada acara apa kali ini. Rupanya pagi ini (28/01), Tim Instalasi Gizi melakukan penyuluhan dengan tema Aksi Cegah Stunting dan Obesitas dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-62.

Peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2022 merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun sumber daya manusia menuju bangsa yang sehat berprestasi.

Dibuka oleh Suyatmi, Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan dan Marhaeni Setyono, Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Darsono, acara disambut antusias oleh para pengunjung. “Ini adalah salah satu bentuk kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dimana tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif masyarakat tentang kesehatan dan gizi khususnya pentingnya asupan gizi seimbang,” terang Marhaeni.

“Kegiatan kampanye asupan gizi seimbang dalam mencegah stunting dan obesitas juga sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sesuai misi Bupati Pacitan dan wujud peningkatan komitmen dan kerjasama antara pemerintah di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, serta swasta dalam ruang lingkup bidang gizi dan kesehatan,” tambahnya.

Dimulai pukul 08.00, penyuluhan gizi dibagi menjadi tiga tim. Tim I menyapa pengunjung di ruang tunggu depan Poli Saraf, Tim II di ruang tunggu depan Poli Jantung, dan Tim III di ruang tunggu poli lantai dua. Setiap pembicara menyampaikan informasi mulai pengenalan dan pengertian stunting dan obesitas sampai upaya pencegahannya dengan “Isi Piringku”.

brosur isi piringku SIAP PDF

Nita Wijayanti, salah satu pembicara tim ahli gizi RSUD dr. Darsono menjelaskan, Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi kronis ditandai dengan tinggi badan di bawah standar. Stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh dan pertumbuhan fisik. Sedangkan obesitas adalah faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, dan hipertensi.

“Pencegahannya dapat dilakukan dengan menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, konsumsi buah dan sayur, tidak merokok, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta periksa kesehatan secara rutin,” lanjutnya.

Untuk memeriahkan acara petugas memberi doorprize untuk pasien yang aktif di sesi tanya jawab selain dibagikan pula leaflet edukasi gizi dan bingkisan paket buah untuk para pasien. Tidak hanya itu di pojok ruang tunggu poliklinik, diselenggarakan pula konsultasi gizi gratis bagi pasien dan keluarga pasien yang ingin berkonsultasi langsung dengan ahli gizi. (RSUD Pacitan/PemkabPacitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here