Gadget Ancam Pertumbuhan Mental Anak

0
523

Era digitalisasi dan situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, menjadikan gadget sebagai kebutuhan wajib manusia untuk mendukung berbagai aktifitas, tak terkecuali dikalangan anak dan remaja.
Sayangnya, penggunaan gadget dapat menjadi permasalahan serius sebagai konsekuensi perkembangan teknologi yang memiliki sisi positif dan negatif. Gangguan kesehatan mental (psikologis) anak menjadi perhatian khusus dari efek negatif penggunaan gadget yang kurang bijaksana.

Tercatat data di tahun 2021, kasus anak dengan gangguan psikologis kecanduan game sebanyak 24 orang, anak melihat film porno 9 orang, dan hambatan sosialisasi 27 orang. Sangat dimungkinkan seorang anak dapat mengalami ketiga gangguan tersebut sekaligus.

Orangtua harus waspada ketika mendapati sikap anak yang tidak biasa seperti temperamental, sering mengabaikan orangtua, waktu belajar terganggu, prestasi menurun, bahasa anak tidak sesuai usianya, kesulitan berkomunikasi, kurang percaya diri, cemas ketika bertemu orang baru, sampai gangguan tumbuh kembang.

“Peran orangtua adalah kunci, yang langsung bisa memberi pertolongan pertama dengan pendekatan personal kepada anak,” kata Ni Made Diyah Rinawardani, psikolog klinis di RSUD dr. Darsono, hari ini (20/12).
Langkah intervensi orangtua dapat berupa:
1. Pengawasan dan batasan penggunaan gadget anak. Anak usia di bawah 2 tahun sangat tidak disarankan terpapar gadget apapun alasannya karena merusak perkembangan otak dan menghambat tumbuh kembangnya.
2. Mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan positif yang bersifat fisik
3. Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari seperti menyapu, memasak agar tumbuh kemandirian
4. Menjalin komunikasi intens, hangat dan terbuka dengan anak
5. Mendorong anak bersosialisasi di dunia nyata dengan teman sebaya

Melakukan konsultasi ke psikolog atau dokter adalah langkah bijak jika anak mengalami kecanduan gadget kategori parah. Perilaku anak harus segera diubah agar tidak berlanjut pada permasalahan gangguan mental serius. “Beda kasus beda terapi, tergantung kasus dan tingkat keparahannya, tahapan terapi hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional,” jelas Made.

Ia menjelaskan, Poli Anak dan Poli Psikologi RSUD dr. Darsono siap melayani konsultasi dan terapi berbagai masalah psikologis anak. Tangani sebelum terlambat, karena anak harus sehat, sejahtera, dan bahagia menyongsong masa depannya. (RSUD Pacitan/DiskominfoPacitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here