DATA 10 BESAR PENYAKIT TERBANYAK

 

Bulan September 2016

NO DIAGNOSA JUMLAH
1 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin

112

2 Necrosis of Pulp

99

3 Essential (primary) Hypertension

77

4 Pulpitis

75

5 Non-insulin-dependent diabetes mellitus

71

6 Anaemia

70

7 Dyspepsia

69

8 Insulin-dependent diabetes mellitus

64

9 Secondary hypertension

58

10 Congestive heart failure

55

(m-i-a)

CAPAIAN INDIKATOR PELAYANAN RS dr. DARSONO

 

Rawat Inap Bulan September 2016

 

INDIKATOR

SATUAN

NILAI

BOR (Bed Occupancy Ratio)

%

60.73

AVLOS (Average Length of Stay)

Hari

3.85

TOI (Turn Over Interval)

Hari

2.07

BTO (Bed Turn Over)

Kali

5.7

GDR (Gross Death Rate)

%

3.43

NDR (Net Death Rate)

%

0.93

Hari Perawatan

Hari

3079

Lama Dirawat

Hari

3709

Jumlah Pasien Dirawat

Orang

963

Jumlah Pasien Masuk

Orang

993

Pasien Meninggal    
     a.  < 48 jam

Orang

24

     b.  > 48 jam

Orang

9

 

Keterangan:

BOR           : Angka penggunaan tempat tidur (range ideal = 60-85%)

AVLOS       : Rata-rata lamanya pasien dirawat (range ideal = 6-9 hari)

TOI             : Selang pemakaian tempat tidur (range ideal = 1-3 hari)

BTO            : Frekuensi pemakaian tempat tidur (range ideal = 40-50 kali dalam satu tahun)

NDR           : Persentase kematian <48 jam

GDR           : Persentase total kematian

(m-i-a)

 

PPI RS dan Akreditasi Paripurna

hh-size-kecil-intan

Komite dan Tim  PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) Rumah Sakit berkomitmen dan fokus sebagai pengendali infeksi nosokomial di rumah sakit dengan tindakan yang bersifat pencegahan, pelaksanaan maupun evaluasi terhadap infeksi nosokomial di rumah sakit. Pada 26 Juli 2016 kerja keras tim PPI sebagai bagian tim yang dinilai, membuahkan hasil dengan menerima sertifikat akreditasi rumah sakit, bintang lima PARIPURNA.

Tim PPI RS dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit sebagai wujud dari peningkatan mutu pelayanan dan keprofesionalan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terhadap pasien baik pasien sebelum masuk rumah sakit, saat dirawat dan setelah keluar dari rumah sakit. Ini terwuud karena kerja sama dan saling bahu membahu membentuk eksistensi PPI di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan.  Program – program PPI sebagai budaya yang harus dilaksanakan dan dipatuhi terkait Patient Safety pelayanan kesehatan rumah sakit.

Program Kebersihan tangan atau Hand Hygiene (HH) merupakan salah satu kegiatan sehari hari yang harus dilaksanakan oleh seluruh karyawan rumah sakit dengan memperhatikan 5 moment cuci tangan atau Five Moment. “Kegiatan HH merupakan satu satunya yang paling penting dan efektif untuk mencegah penularan infeksi “ kata dr. Didik Agus Santoso, MM, Sp.PK.

Program – program PPI RS lainnya adalah Audit kewaspadaan standar (audit kepatuhan petugas dalam penggunaan APD, audit kepatuhan dalam penatalaksanaan alat, penatalaksanaan linen, audit kepatuhan petugas dalam penyuntikan yang aman, audit penatalaksanaan sampah dan limbah rumah sakit), surveilans (Phlebitis, HAP, VAP, ISK, ILO dan dekubitus), pendidikan dan pengembangan staf, pemeliharaan kesehatan karyawan, pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan PPI, evaluasi penyakit dan organisme yang signifikan secara epidemiologis, multi drug resistans, virulensi infeksi yang tinggi, evaluasi persiapan muncul dan permunculan ualang (emerging dan reemerging desease), evaluasi proses pengelolaan bahan, alat kadaluarsa dan barang single use yang di re-use, evaluasi tata laksana pelayanan jenazah di rumah sakit, evaluasi terkait pelayanan hygienitas Instalasi GIzi di Rumah sakit, Evaluasi pelaksanaan ICRA (Infection Control Risk Assesment) renovasi maupun HAI’s dan evaluasi pelaksanaan tata laksana isolasi dan prosedur penghalang (barier).

Perjuangan Tim PPI RS menuju ke Akreditasi RS bukanlah hal yang mudah. Hal ini diungkapkan Ketua Tim PPI dr. Masrifah saat diwawancarai di Sekretariat Komite PPI RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan. “Dari mengurusi sampah, limbah, perilaku, kebiasaan, mind site yang keliru tentang infeksi sampai segala pengusulan fasilitas pendukung PPI, membutuhkan ekstra pemikiran dan materi yang cukup besar untuk sukseskan Program PPI“ ujar dr. Masrifah.  “Pengalaman manis dan pahit kami rasakan, namun itu bukan menjadi sebuah permasalahan besar, sebab kami percaya pada mimpi-mimpi kami bahwa kami bisa, pasti bisa dan harus bisa,“ Perjuangan didukung Manajemen Rumah Sakit baik Bapak Direktur RS, Bidang Pelayanan, Bidang Pengembangan maupun Bidang Keuangan rumah sakit.

Pelaksanaan PPIRS sebagian orang menganggapnya adalah hal yang sepele dan tidak penting atau bahkan dipandang sebelah mata, tetapi tanpa PPI RS pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien dan bagi petugas sendiri tidak bisa dievaluasi atau tidak bisa meningkatkan mutu pelayanan dan keprofesionalan rumah sakit. “Saya sangat mengapresiasi kerja sama dan kerja keras dari Komite dan Tim PPI RS untuk bisa terus berkomitmen di PPI RSUD dr.Darsono Kabupaten Pacitan” ulas Bu Nur Handayani, S,Kep.,Ns,MM (Kasie Pelayanan Keperawatan RSUD dr.Darsono Kabupaten Pacitan) saat acara pengumuman  Tim PPI terbaik 2016 kemarin (8/9/2016), ” sebab kita bisa mewujudkan visi misi rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan kita kepada pasien”

Tak hanya pengalaman personal saja yang didapatkan ketika bergabung dengan Tim PPI RS tetapi pengalaman sebagai manager, untuk mengelola personal agar bisa melaksanakan program PPI RS dengan baik dan benar sesuai regulasi terbaru. Namun, masih banyak sisi lain dari PPI RS yang belum bisa dilaksanakan dengan maksimal, semoga kedepan PPI RS bisa lebih baik, lebih maju dan lebih sukses lagi. “Sejatinya, prinsip yang berharga dalam perjalanan kepada Akreditasi Rumah sakit tahun 2016 ini adalah kenangan dan pengalaman,” ujar Intan Maulida (IPCN RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan). “Saya percaya pada mimpi yang pasti jadi nyata, apabila kita berani mewujudkannya,” tambahnya. (Int)

Laporan Indikator Mutu Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Sesuai dengan misi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono Kabupaten Pacitan untuk dapat mewujudkan RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan sebagai pusat rujukan yang handal. Untuk itu RSUD dr. Darsono melakukan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang sesuai dengan standar akreditasi KARS versi 2012. Kegiatan ini di lakukan di setiap unit kerja/instalasi terkait untuk mengukur kinerja pelayanan RS dan sebagai manajemen kontrol untuk mendukung pengambilan keputusan. Continue reading “Laporan Indikator Mutu Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien”