VISITASI UNIT HEMODIALISIS RSUD dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

Rabu tanggal 26 April 2017 sesuai jadwal yang ditetapkan, telah dilakukan Visitasi Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan, oleh Tim Visitasi Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, Pernepri Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan. Visitasi diawali dengan pertemuan antara Tim Visitasi dengan pihak manajemen RSUD dr. Darsono bertempat di Ruang Direktur,

Dalam sambutannya Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan dr. Iman Darmawan, M.Kes menyampaikan bahwa persiapan untuk pelayanan Unit Hemodialis sudah cukup lama kurang lebih dua tahun, yang meliputi penyiapan sumber daya manusia, penyiapan gedung dan peralatan, serta dokumentasi administrasi perijinannya,

Berdasarkan hasil temu pelanggan dan hasil kunjungan ke rumah sakit tujuan hemodialisis di luar Pacitan yang telah dilaksanakan, diperoleh data sekitar 100 orang yang rutin melakukan hemodialisis, sehingga keberadaan unit hemodialisis ini sangat ditunggu oleh masyarakat,  dalam kesempatan tersebut  dr. Iman  mengharapkan untuk dilakukan visitasi dengan sebaik – baiknya dan apabila sudah memenuhi persyaratan segera diterbitkan rekomendasi ijin operasionalnya agar unit hemodialisis segera dapat difungsikan.

Sedangkan Drs, Cristian Y, Apt dari tim Visitasi Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa ada 4 (empat) aspek yang akan dilakukan penilaian dalam visitasi pelayanan Unit Hemodialisis yaitu aspek Sumber Daya Manusia, Peralatan, Sarana Prasarana dan aspek Administrasi Manejemen yang harus dipenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya berdasarkan Permenkes Nomor 812 Tahun 2010 tentang Pelayanan Dialisis Pada Fasilitas Kesehatan dan peraturan perundangan lainnya.

Dari hasil kunjungan lapangan Tim Visitasi yang telah dilakukan mulai dari Ruang Pelayanan Hemodilis, ruang reuse, ruang tindakan, tempat pendaftaran, gudang, instalasi air RO, instalasi pembuangan air limbah dan TPS bahan berbaya dan beracun secara umum sudah bagus menurut Drs. Cristian Y, Apt tetapi ada beberap aspek yang harus segera dilengkapi dari aspek Administarsi Manajemen meliputi, kebijakan dan prosedur pelayanan, SIKP tenaga perawat,  hasil uji outlet limbah terakhir, kepastian MOU pengelolaan limbah B3, sedang aspek sarana prasarana perlu ditambahkan antara lain almari penyimpan rekam medik, safety box yang aman, rak siku di gudang cairan, gudang alat dan di TPS B3, sedang dari dari aspek SDM perlu disiapkan sedini mungkin ketersedian perawat yang terlatih dan bersertifikat hemodialisis dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengantisipasi adanya penambahan alat dan pasien hemodialisis.

Pihak RSUD dr. Darsono menyatakan siap untuk melengkapi kekurangan sesuai hasil rekomendasi dari Tim Visitasi tersebut, ditargetkan selama 2 minggu kekurangan dari beberapa aspek tersebut sudah bisa dipenuhi sehingga ijin operasional pelayanan unit hemodailisis segera diterbitkan. (msr)

TEMU CALON PELANGGAN HEMODIALISIS RSUD dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

Penderita penyakit gagal ginjal yang membutuhkan pelayanan Cuci Darah atau Hemodialisis di Kabupaten Pacitan cukup tinggi, tercatat ada sekitar 60 orang penderita yang rutin melakukan cuci darah atau hemodialisis ke rumah sakit luar wilayah,  karena di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan belum mempunyai fasilitas pelayanan hemodialisis sehingga  beban biaya yang ditanggung oleh penderita menjadi lebih tinggi kerana ada biaya tambahan untuk transportasi dan rata–rata sebagian besar penderita melakukan cuci darah sebanyak 2 kali sebulan.

Untuk meringankan beban pembiayaan kesehatan bagi penderita penyakit gagal ginjal yang memerlukan cuci darah atau hemodalaisis tersebut RSUD dr. Darsono Kabupaten selama dua tahun terakhir telah merintis berdirinya Unit Hemodialis yang saat ini telah memasuki tahap akhir yang akan dilakukan visitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pernefri Jawa Timur tanggal 26 April 2017 dan mudah – mudahan dalam waktu tidak lama ijin operasionalnya segera keluar karena sangat ditunggu masyarakat Pacitan yang membutuhkan cuci darah atau hemodialisis.

Salah satu upaya agar pada saat pelaksanaan hemodialisis nanti dapat berjalan dengan lancer, telah dilaksanakan acara “Temu Calon Pelanggan Pelayanan Hemodialisis“ di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan pada hari Minggu tanggal 16 April 2016, yang dihadiri oleh 26 penderita gagal ginjal dan satu orang pendamping,

Dalam sambutannya Kabid Pengembangan yang mewakili Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan menjelaskan tentang upaya Rumah Sakit  dalam mempersiapkan Unit Hemodilaisis serta perkembangan Rumah Sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan konsumen.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan Tim Unit Hemodialisis oleh Kepala Bidang Pelayanan yang diketui oleh dr. Joko Priyanto, M.Sc, Sp.PD, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pasien hemodialisis merupakan mitra dan teman sehingga akan terjalain komunikasi yang baik dan penuh kekeluargaan dalam memberikan pelayanan, mengingat pelaksanaan hemodialisis bagi pasien gagal ginjal dilaksanakan sampai seumur hidup.

Untuk lebih meningkatkan kepercayaan bagi calon pelanggan hemodialisis, selanjutnya peserta dibawa untuk tinjauan lapangan guna melihat – lihat fasilitas yang ada di Unit Hemodialisis. (msr)

KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

Saat ini tuntutan masyarakat terhadapat pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau semakin meningkat,  untuk itu maka setiap fasilitas kesehatan baik dasar maupun lanjutan harus mau melihat dan mendengar langsung terhadap keluhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sehingga dapat dilakukan perbaikan pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada kepuasan pasien.

Salah satu program kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat terhadapat pelayanan serta untuk mempromosikan pelayanan kesehatan yang ada yaitu melalui kegitan kunjungan rumah atau home visite kepada masyarakat yang pernah memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan rumah sakit baik yang menggunakan kartu BPJS maupun yang umum.

Program kegiatan home visite atau kunjungan rumah ini pertama kali digagas oleh dr. Iman Darmawan, M.Kes, selaku Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, kegiatan ini diawali dengan kunjungan rumah oleh beliau bersama dengan staf manajemen yaitu Kepala Bidang Pengembangan dan Kepala Seksi Informasi dan Pengaduan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Pebruari 2017 ke rumah pasien pasca rawat inap atas nama ibu Warsinah dengan kasus penyakit thipoid yang beralamat di  RW I RT II Kelurahan Pucangsewu.

Tanggapan pasien dan keluarga pasien terhadap program kegiatan home visite atau kunjungan rumah yang dilakukan oleh RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan ini sangat  positif, karena pasien dan keluarga pasien dapat secara langsung menyampaikan pengalamannya mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit baik pelayanan rawat jalan maupun pelayanan rawat inap dan keluhan – keluhan yang dirasakan serta harapan – harapan terhadap pelayanan kesehatan yang ada di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan.

Menurut dr. Iman Darmawan, M.Kes selaku Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan kegiatan home visite atau kunjungan rumah ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten karena dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri antara rumah sakit dan masyarakat. (msr)

KUNJUNGAN KEPALA DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI RSUD dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

Disela – sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Pacitan dalam rangka Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Deklarasi Sanitasi Total Untuk Masayarakat Pacitan pada tanggal 4 April 2017 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur yaitu dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An,KIC,KAP (K) yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Propinsi Jawa Timur drg. Ina Mahanani, M.Kes. menyempatkan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan.

Dalam kunjungan tersebut juga hadir bapak Bupati Indartato, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Eko Budiono, MM, rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, yaitu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wawan Kasiyanto dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ratna Susy Rahayu serta sebagai tuan rumah Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan dr. Iman Darmawan, M.Kes.

Rombongan meninjau Unit Hemodialisis, Gedung Rawat Inap baru untuk pengembangan Rumah Sakit dan Paviliun Rawat Inap Wijaya Kusuma. Kesempatan ini dimanfaatkan dr. Iman Darmawan, M.Kes., untuk menyampaikan rencana pengoperasionalan Unit Hemodialisis yang sangat ditunggu – tunggu oleh masyarakat Pacitan dan rencana pengembangan rumah sakit ke depan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat .

 

 

 

 

 

Dalam arahannya dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An,KIC,KAP (K) menyampaikan agar Unit Hemodialisis yang akan dioperasionalkan  betul – betul dipersiapkan dengan sebaik – sebaiknya dan segera mengajukan permohonan perijinannya ke Dinas Kesehatan Propinsi agar secepatnya dilakukan visitasi, sedang untuk pengembangan rumah sakit, beliau sangat mendukung sekali  dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Pacitan, akan tetapi dalam pembangunannya nanti harus  betul-betul diperhatikan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup di rumah sakit sehingga sirkulasi udara akan lancar dan lingkungan rumah sakit menjadi lebih bersih dan sehat. (msr)

PELATIHAN “ CITRA DIRI “ WAHANA PENINGKATAN KUALITAS SDM RUMAH SAKIT DALAM PELAYANAN KESEHATAN

1Hari Sabtu s.d Minggu tanggal 11 s.d 12 Pebruari 2017 di Ruang Pertemuan “ dr. SOEPARNO “ RSUD Kabupaten Pacitan, RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan bekerjasama  dengan “KINERJA ADB” menyelenggarakan Pelatihan Citra Diri guna memberikan penguatan / pembinaan kepada petugas melalui pendampingan dan supervisi yang diikuti 35 karyawan dan karyawati dengan berbagai profesi mulai dari dokter sampai petugas pengamanan serta para pejabat struktural.

Dalam sambutannya ibu Dina Limanto Provincial Coordinator Kinerja-ADB, mengatakan “ ucapan terimakasih karena RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan mau membuka diri dan menerima Kinerja ADB dalam kerjasama upaya peningkatan kualitas layanan di rumah sakit melalui bimbingan teknis tentang citra diri terhadap petugas “.

52 8 3

Sedangkan Direktur RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan dr. Iman Darmawan dalam sambutannya mengatakan; rumah sakit kita sudah terakreditasi paripurna, akan tetapi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan, pihak manajemen RS tidak pernah berhenti dan selalu berupaya agar pengetahuan dan keterampilan petugas semakin bertambah.

9Materi dalam pelatihan tersebut antara lain: Bina Suasana, Citra Diri, Kerjasama Kemitraan, Mengenal orang lain, Kepemimpinan, Komunikasi Efektif, Supervisi dan Fasilitasi

Pelatihan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan bagi para petugas pelayanan di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, sehingga pelayanan di rumah sakit semakin meningkatkan dan memuaskan pelanggan. Kedepan pelatihan seperti ini akan dilakukan secara berkelanjutan agar berdaya guna dan berhasil guna. (mik)

11 6 10

 

PELATIHAN PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN MATERNA & NEONATAL DI RSUD Dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN TAHUN 2017

1Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajad kesehatan masyarakat, semakin rendah AKI dan AKB menunjukkan semakin baik derajad kesehatan masyarakatnya demikian pula sebaliknya.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi dibanding target pencampaian MDGs tahun 2015,  adapun sasaran pencapaian MDGs yaitu adanya penurunan sebesar 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup dan 23 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup.

Penyebab kematian ibu sebagian besar disebabkan perdarahan (39%), keracunan kehamilan (20%), infeksi (7%) dan lain – lain (33%) dan ditunjang belum optimalnya mekanisme rujukan dalam pen2anganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Salah satu kriteria umum rumah sakit PONEK adalah adanya dokter, bidan, dan perawat yang telah mengikuti pelatihan Tim PONEK di rumah sakit.Untuk itu dalam rangka meningkatkan pelayanan PONEK, telah diselenggarakan pelatihan Tim PONEK di Rumah Sakit Umum Daerah  dr. Darsono Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 Januari 2017,  yang diikuti oleh dokter, perawat dan bidan RSUD dr. Darsono dengan jumlah keseluruhan sebanyak 66 orang.

Adapun materi pelatihan meliputi : Penanganan Kegawat Daruratan Umum, Kegawat Darutan Maternal dan Kegawat Daruratan Nenotal sedang sebagai narasumber adalah dokter spesialis RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, yaitu dr. Nety Nurnaningtyas, Sp.EM, dr. Agung Suherman, Sp. OG, dr. Bambang Eko Wiy3ono, Sp.OG dan dr. Sulaiaman Hamid, M.Sc, Sp.A.

Dengan pelatihan PONEK ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal  sehingga dapat berkontribusi menurunkan AKI dan AKB khususnya di Kabupaten Pacitan.

Sumber: Bidang Pengembangan, Seksi Sumber Daya RS

PERESMIAN PERALATAN CT SCAN DAN RUMAH DINAS DOKTER SPESIALIS RSUD Dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

file (1)Kepercayaan masyarakat Pacitan terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan saat ini semakin meningkat. Ini diketahui dari laporan indikator pelayanan kesehatan rumah sakit tahun 2016, yaitu  kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan 14,78%  (47.635 kunjungan) dibanding tahun 2015  (41.500 kunjungan), demikian juga kunjungan rawat inap mengalami peningkatan sebesar 18,41 % (40.065 kunjungan) dibanding tahun 2015 (33.837 kunjungan)

Peningkatan pelayanan ini menuntut penambahan jenis fasilitas sarana kesehatan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan lebih lengkap dan dapat memberikan kepuasan pada masyarakat. Salah satu jenis peralatan kesehatan baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk penegakan diagnosa terutama untuk penyakit syaraf dan stroke yaitu peralatan CT Scan yang telah diresmikan oleh bapak Bupati Pacitan Indartato pada tanggal 12 Januari 2017 sehingga ke depan tidak perlu lagi dilakukan rujukan ke rfile (2)umah sakit lain (luar kota)

Dalam sambuatannya Bupati Pacitan Indartato menekankan, dengan penembahan fasilitas CT Scan ini dihharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga masyarakat pacitan yang sebelumnya berobat ke rumah sakit luar kotadapat dilayani di rumah sakit sini, sehingga mengurangi beban pembiayaan kesehatannya.

Pada saat yang bersamaan Bupati Pacitan Indartato juga meresmikan rumah dinas dokter spesialis RSUD dr. Darsono, yang berbentuk rumah flat terdiri dari dari 8 unit kamar yang berada di Jalan Let Jend Suprapto Kelurahan Sidoharjo,  bersebelahan dengan Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Pacitan.

Keberadaan rumah dinas bagi dokter spesialis ini sangat penting mengingat Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang tidak diminati oleh dokter spesialis, diharapkan dengan adanya perumahan ini dapat memberikan kenyamanan dokter spesialis sehingga dapat meningkatnya kinerja dan lebih betah di Pacitan. (mik)

NAMA POLIKLINIK DAN DOKTER YANG BERTUGAS

No Nama Poliklinik Nama Dokter
1 Poli Kebidanan dan Peny. Kandungan dr. Agung Suhirman, Sp.OG

dr. Bambang Eko W., Sp.OG

2 Poli Anak dr. Permadi H.W., Sp.A

dr. Sulaiman Hamid, Sp.A.,M.Sc

3 Poli Penyakit  Dalam dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

4 Poli Bedah dr. Pradopo, Sp.B

dr. Cahyo Nurallam, Sp.B

5 Poli Mata dr. Sri Yuswanti, Sp.M

dr. Helen Kusumaningsih, Sp.M

6 Poli Saraf dr. Adi Nugroho, Sp.S.,M.Kes
7 Poli Gigi dan Mulut drg. Nur Azizah, Sp.KG

drg. Yusrina Sumartati, Sp.Pros

drg. Wisnu Murthy, Sp.BM

8 Poli THT-KL  dr. Azhar N. Fathoni, Sp.THT-KL
9 Poli Paru dr. Royani, Sp.P
10 Poli Kedokteran  Jiwa dr. Endang Soekartiningsih, Sp.KJ.,M.Sc
11 Poli Pegawai dr. Suharto
12 Poli Konsultasi Gizi Marhaeni Setyono, A.Md. Gizi

Aziz Marzuki Ahmad, SKM

Yusiana Rika Dewi, A.Md. Gizi

13 Poli Lansia dr. Sherry Artha

dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

14 Poli Fisioterapi dr. Fajar Dian Rachmawati
15 Poli Psikologi Leon Fernando, S.Psi. Psi

Ni Made Diah Wardani, S.Psi. Psi

Herlina Banowati, S.Psi.Psi

16 Poli VCT dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

(m-i-a)

NAMA DOKTER SPESIALIS RSUD dr. DARSONO

No Jenis Spesialis Nama
1 Dokter  Spesialis  Kebidanan dan Penyakit Kandungan dr. Agung Suhirman, Sp.OG

dr. Bambang Eko W., Sp.OG

2 Dokter  Spesialis  Anak dr. Permadi H.W., Sp.A

dr. Sulaiman Hamid, Sp.A.,M.Sc

3 Dokter  Spesialis  Penyakit  Dalam dr. Joko Priyanto, Sp.PD. M.Sc.

dr. Dian Hananto, Sp.PD

4 Dokter  Spesialis  Bedah dr. Pradopo, Sp.B

dr. Cahyo Nurallam, Sp.B

5 Dokter  Spesialis  Mata dr. Sri Yuswanti, Sp.M

dr. Helen Kusumaningsih, Sp.M

6 Dokter  Spesialis Saraf dr. Adi Nugroho, Sp.S.,M.Kes
7 Dokter  Spesialis  Anastesi dr. Isna Rofiudin, Sp.An., M.Kes.

dr. Zaenal, Sp.An., M.Kes.

8 Dokter  Spesialis Radiologi dr. Kurnia Ekawati, Sp.Rad

dr. Ana Basirotul A.,Sp.Rad.,M.Sc.

9 Dokter  Spesialis  Konservasi  Gigi drg. Nur Azizah, Sp.KG
10 Dokter  Spesialis  Prostodonsi drg. Yusrina Sumartati, Sp.Pros
11 Dokter  Spesialis THT–KL dr. Azhar N. Fathoni, Sp.THT-KL
12 Dokter  Spesialis Patologi Klinik dr. Didik  AS., Sp.PK., MM

dr. Shanti Ika Sari, Sp.PK

dr. Errisa Maisuritadevi M.,Sp.PK

13 Dokter  Spesialis Patologi Anatomi dr. Dyah Ari Nuraida, Sp.PA
14 Dokter  Spesialis  Paru dr. Royani, Sp.P
15 Dokter  Spesialis  Kedokteran  Jiwa dr. Endang Soekartiningsih, Sp.KJ.,M.Sc
16 Dokter  Spesialis  Emergency Medicine dr. Netty Nurnaningtyas, Sp.EM
17 Dokter  Spesialis  Bedah Mulut drg. Wisnu Murthy, Sp.BM

 

DOKTER UMUM

  1. Suharto
  2. Masrifah
  3. Djaminnudin
  4. Puguh S.W
  5. Puji Dian Cahyani
  6. Retno Widyoningrum
  7. Fajar Dian R.
  8. Sri Wahjoeni
  9. Sherry Artha
  10. Wildan Kusnindar
  11. Dedi Prasetyo
  12. Ika Nurmalita sari
  13. Kuncoro Adi Wiguna
 (m-i-a)

DATA 10 BESAR PENYAKIT TERBANYAK

 

Bulan September 2016

NO DIAGNOSA JUMLAH
1 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin

112

2 Necrosis of Pulp

99

3 Essential (primary) Hypertension

77

4 Pulpitis

75

5 Non-insulin-dependent diabetes mellitus

71

6 Anaemia

70

7 Dyspepsia

69

8 Insulin-dependent diabetes mellitus

64

9 Secondary hypertension

58

10 Congestive heart failure

55

(m-i-a)