PELATIHAN PENANGANAN KEGAWAT DARURATAN MATERNA & NEONATAL DI RSUD Dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN TAHUN 2017

1Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajad kesehatan masyarakat, semakin rendah AKI dan AKB menunjukkan semakin baik derajad kesehatan masyarakatnya demikian pula sebaliknya.

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi dibanding target pencampaian MDGs tahun 2015,  adapun sasaran pencapaian MDGs yaitu adanya penurunan sebesar 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup dan 23 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup.

Penyebab kematian ibu sebagian besar disebabkan perdarahan (39%), keracunan kehamilan (20%), infeksi (7%) dan lain – lain (33%) dan ditunjang belum optimalnya mekanisme rujukan dalam pen2anganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Salah satu kriteria umum rumah sakit PONEK adalah adanya dokter, bidan, dan perawat yang telah mengikuti pelatihan Tim PONEK di rumah sakit.Untuk itu dalam rangka meningkatkan pelayanan PONEK, telah diselenggarakan pelatihan Tim PONEK di Rumah Sakit Umum Daerah  dr. Darsono Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 Januari 2017,  yang diikuti oleh dokter, perawat dan bidan RSUD dr. Darsono dengan jumlah keseluruhan sebanyak 66 orang.

Adapun materi pelatihan meliputi : Penanganan Kegawat Daruratan Umum, Kegawat Darutan Maternal dan Kegawat Daruratan Nenotal sedang sebagai narasumber adalah dokter spesialis RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, yaitu dr. Nety Nurnaningtyas, Sp.EM, dr. Agung Suherman, Sp. OG, dr. Bambang Eko Wiy3ono, Sp.OG dan dr. Sulaiaman Hamid, M.Sc, Sp.A.

Dengan pelatihan PONEK ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal  sehingga dapat berkontribusi menurunkan AKI dan AKB khususnya di Kabupaten Pacitan.

Sumber: Bidang Pengembangan, Seksi Sumber Daya RS

PERESMIAN PERALATAN CT SCAN DAN RUMAH DINAS DOKTER SPESIALIS RSUD Dr. DARSONO KABUPATEN PACITAN

file (1)Kepercayaan masyarakat Pacitan terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan saat ini semakin meningkat. Ini diketahui dari laporan indikator pelayanan kesehatan rumah sakit tahun 2016, yaitu  kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan 14,78%  (47.635 kunjungan) dibanding tahun 2015  (41.500 kunjungan), demikian juga kunjungan rawat inap mengalami peningkatan sebesar 18,41 % (40.065 kunjungan) dibanding tahun 2015 (33.837 kunjungan)

Peningkatan pelayanan ini menuntut penambahan jenis fasilitas sarana kesehatan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan lebih lengkap dan dapat memberikan kepuasan pada masyarakat. Salah satu jenis peralatan kesehatan baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk penegakan diagnosa terutama untuk penyakit syaraf dan stroke yaitu peralatan CT Scan yang telah diresmikan oleh bapak Bupati Pacitan Indartato pada tanggal 12 Januari 2017 sehingga ke depan tidak perlu lagi dilakukan rujukan ke rfile (2)umah sakit lain (luar kota)

Dalam sambuatannya Bupati Pacitan Indartato menekankan, dengan penembahan fasilitas CT Scan ini dihharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga masyarakat pacitan yang sebelumnya berobat ke rumah sakit luar kotadapat dilayani di rumah sakit sini, sehingga mengurangi beban pembiayaan kesehatannya.

Pada saat yang bersamaan Bupati Pacitan Indartato juga meresmikan rumah dinas dokter spesialis RSUD dr. Darsono, yang berbentuk rumah flat terdiri dari dari 8 unit kamar yang berada di Jalan Let Jend Suprapto Kelurahan Sidoharjo,  bersebelahan dengan Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Pacitan.

Keberadaan rumah dinas bagi dokter spesialis ini sangat penting mengingat Kabupaten Pacitan merupakan salah satu daerah yang tidak diminati oleh dokter spesialis, diharapkan dengan adanya perumahan ini dapat memberikan kenyamanan dokter spesialis sehingga dapat meningkatnya kinerja dan lebih betah di Pacitan. (mik)